Monday, May 17, 2010

Cookies Cutter

Gemes liat cookies2 di blog-nya mbak Peni Respati yang "sooo awesome!", membuatku tertarik untuk belajar bikin kukis hias....ini baru tahap tertarik ajah lho yaa, blon sampai pada tahap mencoba bikin...heheheh!! Berkenalan dengan mbak Peni yang "very talented and gifted" sekitar akhir tahun lalu (walaupun belum pernah bertatap muka langsung), saat memesan 2 wedding cake buat resepsi pernikahanku di Jakarta.

Ngga seperti calon pengantin lain yang nervous en lot of requests, aku yang saat itu masih di Melbourne merasa nyaman2 ajah pesan ke mbak Peni walaupun baru pertama kali pesan. Mbak Peni itu baik dan sabar sekali menjelaskan dekorasi apa ajah yang akan beliau buat, berikut detail figurin pengantin yang mengenakan pakaian sama seperti saat akad dan resepsi. Proses pemesanannya pun cepat en ngga bertele-tele dan hasilnya....GROOVY!!! Everybody loves it!

Eniwei, aku baru tahu belakangan kalau ternyata mbak Peni juga menulis buku untuk coklat dan kukis hias. Foto2 kukis hiasnya...ampuuun, bikin geregetan. Cantik2, artistic dan ekspresif! Jiwa seni serta kreatifitas beliau sangat tinggi, pernah dengar kukis batik? Nah, mbak Peni itu pelopornya...hebat kaaan? Hmmm...kapan yah bisa berguru sama beliau?





Bulan lalu, 2 orang kakakku berkunjung ke Melbourne dan aku sempatkan mengirim sms ke mbak Peni, minta tolong dikirimkan 2 buah buku hasil karyanya supaya bisa dibawa kakak2ku ke sini. And it's not just those 2 books that she sent, but also have her autograph on it. Cool!! The books are the must have books buat para newbie seperti aku. Selain mengajarkan step by step menghias kukis lengkap dengan gambarnya, ada juga resep2 kukis dan yang lebih oke lagi, mbak Peni juga mengajarkan supaya kita jangan terpaku dengan bentuk2 cetakan cookies yang tersedia di pasaran. Kalau memang punya ide bentuk menarik, tuangkan di kertas, gunting dan cetak diatas adonan....kreatif sekali bukan?




Sebelum mencetak-cetak adonan cookies, aku udah heboh duluan beli cookies cutter-nya. Biar tambah semangat gitu loooh...hihihi! Kalu sudah lengkap kan kapan ajah mau bikin udah tersedia :)

Berikut cookies cutter yang udah aku beli, macam2 bentuknya, sebagian besar bentuk binatang en ada satu set yang berbentuk kubah masjid (cocok untuk lebaran kukis nih) dan ada sepasang ginger girl & boy...they're cute :)









Yang paling aku suka, mommy and baby koala...lutjuh! (walaupun aku blon tau nanti menghiasnya dengan RI seperti apah...hehehe!).










Yang bentuk gajah juga lutjuh...sepertinya dia sedang tertawa, karena belalainya menunjuk ke atas. Aaaah, so much imagination but not sure how to decorate them, hiks! Seandainya mbak Peni ada kelas mengajar disini, aku pasti jadi murid setia beliau...hahahah!! Pokoknya, Insha Allah, kalau nanti pulang ke Jakarta dan ada kesempatan ikutan kelasnya mbak Peni, aku daftar nomor satuuuuu... :D



At the end of the day, semua cookie cutternya masuk ke dalam satu kontainer...supaya mudah mencarinya bila dibutuhkan nanti. Semoga jangan sampai berdebu sebelum aku sempat menggunakan mereka....heheheheheh!



Sunday, April 4, 2010

Nasi Goreng Sosis

Biasanya nama nasi goreng pake embel2 'special', tapi berhubung nasi goreng yang ini ngga pake telur, jadi ngga seharusnya pake embel2 'special' hahahah!

Sebetulnya ide bikin nasi goreng ini tercetus karena ada sisa nasi semalam dan ada banyak sosis di kulkas, jadi memanfaatkan bahan yang ada ajah. Dan dikarenakan pemakaian sambal yang berlebihan *tiada kesan tanpa sambal pada nasi goreng...hihihi* dan sisa nasi yang cuma semangkuk kecil (sedikit kaan??), jadi sudah seharusnya nasi goreng ini hanya diperuntukkan buat sang pemasaknya sajah, sementara Pumpkin....cukup puwas menikmati sereal buat sarapan *hadoooh, dasar istri ngga sepenanggungan...hihihi!*




Nasi Goreng

Bahan:
1 Mangkuk kecil nasi
2 buah sosis sapi, potong2
kecap manis secukupnya
kecap asin secukupnya
saus tiram 1/2 sendok teh
margarine untuk menumis

Bumbu halus
1 butir bawang merah
1 butir bawang putih
3 buah cabai merah
gula, garam dan merica secukupnya

Cara Membuat:
1. Haluskan bumbu
2. Panaskan wajan, masukkan margarine dan bumbu halus, tumis hingga harum
3. Masukkan sosis, masak sampai matang
4. Masukkan nasi dan diaduk sampai merata
5. Masukkan kecap manis, kecap asin dan saus tiram, aduk hingga rata dan cicipi
6. Angkat dan hidangkan dengan garnish tomat, timun & selada

Sunday, March 28, 2010

Pandan Chiffon






Dearest ibu2 host yang baik hati, Alhamdulillah, akhirnya bisa juga menyelesaikan pr-nya KBB#16: Chiffon Cake. Bukan maksud hati nyetor laporan mepet-mepet diakhir bulan, tapi apa daya sebagai newbie, ngga bisa bikin sekali langsung jadi (hiks!). Dua kali buat chiffon pandan dan dua2nya berpenampilan buruk rupa, walaupun rasanya enyak enyak...hihihi! Ketiga kalinya buat, sepanjang ngaduk adonan sambil dzikir ajah, dan konsentrasi tinggi ngga mau mikirin apa2...(aaaah, lebay!) Walhasil, setelah jadi, ngga malu2in en malahan menurutku penampilannya cantik sekaliii....(walaupun dasarnya agak bopeng2 dikit) heheheh! Karena permukaannya mulus, aku ngga mau repot2 nutup dengan taburan keju atau apapun :). Mudah2an perjuangan menyelesaikan tantangan pertama ini bisa menghasilkan kelulusan yaaaa... Amien :)

Pertama kali nerima 'surcin'-surat cinta (istilah KBB untuk menyatakan 'surat tugas') langsung kebat kebit, hadoooh, bisa ngerjain ngga ya? Boro2 ngerti cara ngebalik loyang, wong loyangnya ajah belon pernah liat bentuknya...huaaa!

Wiken pertama, peserta yang lain di milis udah sibuk tuker2an resep, aku malah kebingungan en mencoba bikin pakai loyang bulat biasa. Hasilnya.... gatot sodara2, jelek banget penampilannya..huhuhu! Kimpes pula...karena cuma bikin setengah resep. Ga putus semangat deh, minggu depan coba lagi :)

Wiken kedua, sibuk keliling dari satu mall ke mall lain, nyari loyang chiffon. Herannya knapa disini chiffon ga beken yah? Ooooh, ternyata menurut ibu mertua, loyang chiffon itu biasa disebut loyang "angel cake" laah, baru tau... hihihihi! Setelah dapet loyang-nya, mau bikin tapi udah keburu malem...yo wis, minggu depan.

Wiken ketiga, buat kedua kalinya pakai loyang chiffon baru...hihihi...dengan komposisi 1 resep, hasilnya mengembang bagus pada saat dibake, tapi pada saat keluar, kimpes dengan sukses...huaaa! Biarpun kimpes, tetap semangat, atasnya aku oles dengan butter dan ditabur keju, mmmmmm...yummy! Karena penampilan ngga OK, berniat untuk buat lagi minggu depan. Sementara itu di milis makin rame diskusi chiffon, beredar bermacam2 resep, chiffon kopi, strawberry, wortel, alpukat, dll. Sempat tergoda untuk nyoba resep2 tersebut tapi ngga berani, wong yang simple rasa pandan ajah gagal melulu, kok mau nyoba resep2 lain...hahhahah!

Wiken keempat, dari hari jum'at malam udah ngeluarin telur dari kulkas, supaya sabtu paginya bisa langsung dipakai. Setelah semua bahan2 siap, dimulailah perjuangan ngaduk putih telur sambil ngga putus dzikir, saking takutnya gagal padahal ini wiken terakhir buat menyelesaikan tugas....hehehhehe! Kali ini, semua tips dan petunjuk (yang didapat dari milis dan searching di net) diikuti dengan seksama dan cermat. Mulai dari mengaduk putih telur, mengaduk adonan sampai cara memasukkan adonan ke dalam loyang benar2 mengikuti pakem :)



Resepnya sendiri aku dapat dari ibu Fat, wuaaah...resep beliau itu selalu enak rasanya, makanya aku sering praktek'kan. Walaupun kadang2 yang aku bikin penampilannya ngga meyakinkan, (ga cantik seperti penampilan di blog beliau) tapi soal rasa, resep beliau itu jangan ditanyaaaa...enyak..nyaaaaak, makasih ya bu :)

Chiffon Pandan Cake
Resep ala Fatmah Bahalwan (NCC)

Bahan A

300 cc Putih telur
150 g Gula pasir
½ sdt Garam halus
1 sdt Cream of tartar => aku ganti dengan 2 sdt air lemon

Bahan B

50 g Gula pasir
20 g Susu bubuk FC ==> aku ngga pake
20 g Tepung maizena
140 g Tepung terigu
100 cc Corn oil
100 cc Air daun suji ==> aku ngga pake
7 butir Kuning telur
1 sdt Milk flavour (boleh dihilangkan) ==> aku ngga pake
1 sdt Baking Powder Double Acting
Pandan pasta secukupnya

Cara Membuat

1.Kuning telur dan gula dikocok terlebih dahulu sampai kental, lalu masukkan terigu yang telah dicampur dengan double acting BP, corn oil, air dan bahan B lainnya .

2.Putih telur, gula dan cream of tartar dikocok sampai kencang, lalu masukkan bahan A lain dan diaduk sampai rata betul

3.Tuang adonan putih telur secara bertahap kedalam adonan kuning telur, aduk perlahan hingga rata benar.

4.Kemudian tuang dalam loyang chiffon. Lalu dipanggang selama kurang lebih 45 menit dengan panas oven kurang lebih 180 derajat Celsius, hingga matang

Hasil experimen 1 & 2 yang rasanya teteup enyak, namun apa daya, penampilan kurang meyakinkah... hahahah!




*experimen 1: penampilan ngga ok, bagian atas masih lunak dan basah, menurut tips yang aku baca sih, akibat nge-bake'nya kurang lama daaaaaan terlalu banyak meneteskan pewarna hijau (warnanya hijau sekaliiii...seperti HULK!), tapi rasanya jangan ditanyaaa, tetep ok lhooow.... *







*eksperimen 2: penampilan agak lumayan, bagian atas udah ngga basah dan lunak lagi, tapi kimpes..peees... Ini akibat kurang lama sewaktu "menunggingkan" loyangnya (ga sabaran pingin liat bentuknya, ihihiih!) walaupun masih kurang cakep, tapi rasanya? OK bangeeeeet.... :)*

Loyang Chiffon

Jadiiii...ini dia penampilan sang loyang yang di INA beken dengan nama loyang Chiffon!! Udah muter-muter teeer... kliling berbagai mall nyariin ini loyang tapi kok ya susah, ga nemu2. Tanya kesana kemari, sampai ke staff baking shop, mereka ngga 'ngeh' dengan yang namanya Chiffon Cake...hiks! Ternyata yah sodara-sodara, setelah aku menjelaskan ingredients-nya, yang menggunakan sekeranjang putih telur *lebay* mereka baru mengerti kalu loyang yang aku cari cari itu namanya loyang "ANGEL". Nama kuenya itu Angel Cake. Oaaalaaah....!!! Beda nama toh....

Begitu ketemu, langsung aku ambil (duh, cuma ada 1 ukuran, 24 cm...besar skalee) dan bayar dikasir, 25 dollar sajah untuk loyang kualitas lumayan buatan Portugis. Udah terbayang2 dan semangat, sampai di rumah nanti mau menaklukkan si Chiffon Cake.

Esok harinya aku baca email di milis, ternyata ada beberapa rekan seperjuangan di Jakarta yang belum punya loyang chiffon juga. Tapi di Jakarta mudah sekali mendapatkannya, dimana-mana ada, di kantin sekolah juga ada *iklan basi*....dan harganya, cuma 15 ribu sajah sodara sodara!! *hiaaa!!! gigit gigit karpet kantor...hihihi* Kalu beli di Jakarta, dengan 25 dollar aku bisa dapet 15 loyang chiffon en bagi2 ke tetangga...wakakakak!!




Sunday, March 21, 2010

Almond Banana Cake

Sebetulnya aku udah berkali-kali bikin banana cake (sampe lecet2 deh loaf tin-nya...hihihi) tapi kenapa kok rasanya ngga ada yang cocok di lidah, ngga seperti banana cake yang dijual di cafe-cafe gitulooh...(weleeeh, gayanya kayak pernah ke cafe ajah, hihihi). Seringnya sih ke coffee shop yang ada di mall-mall tuuuh.... itu juga karena nganterin ibu mertua, ngga pernah inisiatif sendiri. Banana cake yang dijual disini rasanya ngga terlalu pisang, samar2 gitu... trus, ada rasa susunya juga. Teksturnya ngga basah dan ngga kering...moist-lah.


Selama ini selalu pake resep dari INA yang kuambil dari net (biasalaaah, yang cari gampang), kali ini bikin resep dari ibu mertua. Awalnya sempet memincingkan mata pas nyatet resepnya (didikte' gitu sama ibu mertua...hihihi), ngga yakin jadi...soalnya telornya cuma 2 butir...ho'oh, cuma 2 butir. Selama ini kalu bikin cake minimal telurnya 3, itu juga rasanya standart...loh kok ini malah dikasih resep telurnya cuma 2. Tapi, seperti kata pepatah; "tak kenal maka tak sayang, coba duluuuu baru kasih komeeeeen...." hihihihi!


Setelah matang, rasanya????

Udah ngabisin sepertiga loyang sendirian sodara sodaraaaaa...... LOL



Yeaaaayy...berhasil bikin almond banana cake yang rasanya persis kayak yang dijual di cafe :) Lihat dwoonk tuh teksturnyaaa, crunchy di luar tapi moist didalam... *glek, glek, glek, minum susu segelas setelah makan banana cake sepertiga loyang....hihihihi!!*

Almond Banana Cake
(resep dari ibu mertua)

Bahan:
1 cup pisang yang sudah dihaluskan (kira2 2 buah)
1 cup gula pasir (aku ga begitu suka manis, aku kurangi jadi 150 gram)
100 ml olive oil
1/2 cup susu cair (ini dia rahasianya, moist en berasa susu)
2 cup terigu (aku pakai 1 1/2 cup ajah)
2 butir telur
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
vanilla secukupnya
kayumanis secukupnya
100 gram almond flakes untuk taburan

Cara membuat:
1. Olesi loyang (aku pake loaf tin) dengan margarine dan alasi dengan baking papper
2. Campurkan telur, gula, tepung terigu, baking powder, vanilla, garam dan kayumanis hingga rata. Setelah rata, terakhir masukkan pisang yang telah dilumatkan dan susu cair, aduk lagi samapai semuanya tercampur
3. Tuang dalam loyang, taburi dengan almond falkes.
4. Panggang dalam oven dengan panas 170C selama 45 menit.

Wednesday, March 10, 2010

Shootel Macaroni Cheese

Here we go again, cheesy stuff! LOL

Dulu itu kalau aku lagi sakit en susaaaah banget makan, my mommy biasanya ngebuatin ini, en herannya it's always work. Aku akan langsung makan dengan lahapnya...hihihih!

Walaupun my mommy buatnya cuma pake kornet beef (paling gampang belinya di indomart depan komplek), susunya cuma susu cair kardusan merk ultra (bukan fresh milk) en kejunya cuma pake sekotak 250 gram merk kraft, tapi pas udah jadi, rasa schootel makaroni buatan my mommy ini ... hmmmm....paling enak sedunia deh!

Untuk makaroni buatanku (yang resepnya ngarang sendiri...hihihihi) aku ngga pake daging sapi tapi daging ayam en sudah pasti cheese-nya berlayer-layer q(^_^)p



Pada saat merebus makaroni, aku asik ngobrol sama pumpkin en lupa matiin kompornya, walhasil makaroninya agak lembek. Setelah selesai dipanggang en dipotong, makaroninya ga kliatan bolong2 karena udah tercampur banget sama susu, ayam en kejunya. Seperti biasa, penampilan kurang meyakinkan...walau rasanya tidak bisa diragukan, enak boow...hihihi! Tapi teteup, buatan my mommy terenak sedunia!!! *smooch for my mommy*



Schootel Macaroni Cheese

Bahan:
2 cup makaroni
2 dada ayam (@ 300 gram), potong2 dadu
1 buah bawang bombay
2 buah bawang putih
garam secukupnya
merica secukupnya
minyak goreng canola secukupnya

White sauce:
100 gram butter
2 butir telur
500 ml susu segar
400 gram keju dipotong2 atau diparut
100 gram terigu
250 ml air kaldu
100 gram keju untuk taburan

Cara membuat:
1. Rebus makaroni, sisihkan
2. Tumis bawang putih dan bawang bombay, masukkan ayam, masak hingga matang
3. Buat white sauce, panaskan butter, masukkan terigu, masukkan susu sedikit demi sedikit dan aduk hingga mengental, merata dan tidak 'brindil2',. Masukkan telur, aduk terus. Terakhir masukkan keju, semua sisa susu dan air kaldu.
4. Setelah white sauce matang, masukkan makaroni yang telah direbus, aduk hingga merata
5. Tuang kedalam pinggan tahan panas yang sudah dioles mentega, taburi dengan keju dan tutup dengan alunium foil, panggang dalam suhu 180 derajat C selama 30 menit. Setelah 30 menit, buka alumunium foil dan lanjutkan panggang selama 15 menit atau sampai permukaan kecoklatan.

Bakso Sapi

Back home, di Jakarta, kalau kpingin bakso itu biasanya tinggal nengok ke kanan ato ke kiri dikit, pasti deh nemu itu yang namanya warung bakso ato abang2 bakso dengan gerobaknya yang berseliweran...hihihihi! Inget dulu, pas di kantor jam setengah empat sore kpingin makan bakso, langsung deh mengendap-endap ke warung bakso di setia budi...hahahah!

Disini? Ada sih bakso frozen yang tersedia di toko2 cina ato toko vietnam, tapi mana mungkin bakso yang kaya begitu HALAL! Kalau ngga kuat iman sih dari dulu udah dibeli deh, soalnya penampilannya itu mulus banget...kayak bakso tennis senayan itu loooh...sluuurp!

Wiken lalu, eksperimen dimulai....meski cuaca ngga bersahabat, panas dan humidity tinggi tapi tetap semangat euuy, apalagi bikinnya sambil membayangkan bakso tennis senayan... hahahah! Capeknya sih ga seberapa, tapi keringetan ga habis2, soalnya harus ngeblender dagingnya berkali-kali en ngebulet2 bikin bosen.

Sewaktu merebus, sempat kecewa lihat baksonya masih agak brindil2 ga mulus (hiks!) padahal ngeblendernya sampai 4 kali looh... Tapi sodara-sodaraaa, begitu digigit, dikunyah dan dirasakan..omigod, ga kalah sama bakso tennis senayan!!! Dagingnya kenyal, kuahnya wangi daaaan aku puwaaaas! Ini baru yang namanya baksooooooo..... hihihih! Baru pertama kali bikin, tapi cukup berbahagia dengan rasanya *lebay* pokokna mah...nyum! (penampilan nomor dua deh yaaa, lain kali Insha Allah bisa lebih bagus)



bakso ini hasil dari modifikasi, resep aslinya sih dari bunda estherlita yang menggunakan 2 kilo daging sapi, berhubung aku eksperimen dulu, jadi cuma buat dari setengah kilo mince beef . Ternyata dari setengah kilo daging bisa menghasilkan 36 butir bakso ukuran normal (sedang2 ajah gituuu). Yaaaaay...senangnya punya banyak bakso, tapi jadi keenakan tiap hari makan bakso melulu, buat isi capcay, nasi goreng, mie ayam en dimakan langsung pakai tahu goreng, sawi dan tauge..sluurrp!! Walhasil, ke 36 bakso itu cuma bertahan 4 hari di freezer, langsung habis boow...hihihihi!

Berikut resepnya;

Bakso Sapi

Bahan:
500 gram daging sapi cincang
1 sdm bawang goreng (bawang gorengku made in cirebon loooh..kiriman sohibku, *Amet san* rasanya crunchy, gurih en enak pisan! Eeeh, ga nanya yah? hihihi)
2 siung bawang putih
1 sdm tepung tapioka
1 butir telur
1 sdt (sedikiiiit ajah) baking powder
garam secukupnya
gula secukupnya
tulang iga sapi untuk merebus bakso

Cara membuat:
1. Haluskan bawang goreng, bawang putih, campur dengan garam dan gula
2. Campurkan ke dalam mangkok berisi daging cincang, uleni sambil masukkan telur
3. Masukkan adonan daging tersebut dalam food processor, giling sampai halus (aku dah giling 4 kali bolak balik hasilnya blon halus juga, mungkin harus lebih dari 4 kali yah, tergantung kualitas FP-nya)
4. Keluarkan adonan dari FP, masukkan mangkok, campur dengan tepung tapioka dan baking powder, uleni sampai rata
5. Masukkan lagi dalam FP dan giling beberapa kali (aku gilingnya cuma sekali ajah...next time harus 3-4 kali mungkin yah?)
6. Dinginkan dalam suhu ruang, setelah itu masukkan kulkas, diamkan selama 2 jam untuk 500 gr daging, semakin banyak daging, penyimpanan harus lebih lama.
7. rebus tulang iga sapi sampai mendidih, keluarkan adonan bakso dari kulkas, buat bulatan dengan 2 sendok kecil, cemplungkan ke dalam air kaldu sapi dan masak sampai mengambang.

Tuesday, March 9, 2010

Cheese Omelet


Ini resep andalannya Pumpkin kalau aku lagi ngga mau repot nyiapin makan malam...hahahah! Begitu aku bilang "capek aaaah, malas masak.....", biasanya dia langsung jalan sendiri ke dapur en asik ngocok telur... LOL! Hasilnya enak dan bergizi tinggi lho! Cocok juga sebagai sarapan (buat yang mau repot masak pagi2...hihihi!)

Cheese Omelet
(resep my Pumpkin, untuk 2 orang)

Bahan:
6 butir telur
100 ml susu segar
garam secukupnya
250 gram keju dipotong atau diparut
2 butir tomat, potong2 kotak
daun parsley secukupnya

Cara membuat:
1. Kocok telur dan susu segar, tambahkan garam
2. Panaskan wajan, dadar telur diatasnya
3. Ketika setengah matang, taburi setengah bagian telur dengan tomat, keju dan daun parsley
4. Tunggu sampai telur matang dan keju meleleh, lipat telur perlahan-lahan, angkat dan siap disajikan dengan saus tomat...yuummm :)

Brownies Kukus Keju

Ini dia brokus tersohor resepnya Pak Sahak. Ga susah buatnya dan rasanya bikin merem melek, merem karena tengahnya aku oles marmalade alias selai jeruk yang asem dan melek karena taburan keju diatasnya...heheheheheh!

Sutra-lah, ngga usah dikomentarin lagi gimana enaknya brokus ini, udah teruji sedunia kok....

Makasih ya Pak Sahak :)




Brownies Kukus Keju (Resep Pak Sahak Pribadi)

Bahan A:
3 butir telur
100 gr gula pasir
1 sdm TBM

Bahan B (diayak jadi satu):
60 gr terigu
20 gr maizena
1 sdt garam
40 gr susu bubuk (aku ga pake krn ga punya)

Bahan C:
250 gr cheese cream
50 gr butter

Cara membuat:

1. Kocok bahan A sampai ketal & pucat.
2. Masukan bahan B lalu aduk sampai rata.
3. Kocok bahan C sampai halus kemudian masukan ke adonan lalu aduk sampai rata.
4. Tuang ke loyang lalu kukus kurang lebih 20 menit.

Sunday, February 21, 2010

Sate Sapi


Sate sapi ini mengingatkan aku pada warung sate yang cukup ramai di daerah Purwakarta, kalau ngga salah sate sapi ini disebutnya sate maranggi. Pernah beberapa kali makan disana bareng teman2, katanya warung sate tsb cukup terkenal, banyak artis yang udah makan disana. Beneran enak sih, daging satenya empuk, trus bumbunya bukan bumbu kacang tapi cuma kecap yang diberi tomat, bawang merah dan daun kemangi.

Orang2 bilang, supaya dagingnya empuk harus diungkep pakai daun pepaya. Aaah, seandainya disini ada daun pepaya, pasti daging sapinya udah aku bungkus deh...hihihih! Tapi walaupun dagingnya ngga aku bungkus daun pepaya, tetap terasa lunak karena aku marinate 2 malam...hehehe..lama bener yah? Gimana rasanya? Hmmm....yummy karena bumbunya meresap ke dalam daging dan lumayan empuk!

Untuk melihat penampakannya, lihat disini ya....difotonya bareng2 dengan sate ayam dan sate kambing, waktu itu bikinnya barengan, buat acara selamatan rumah.

Sate Sapi

Bahan:
2 kg daging sapi has dalam
kecap manis secukupnya
75 tusuk sate

Bumbu yang dihaluskan:
250 gram bawang merah
250 gram bawang putih
2 sdm jahe bubuk
1 sdm lengkuas bubuk
1 sdm ketumbar
1 sdm kunyit
garam secukupnya
gula merah secukupnya

Cara membuat:

1. Potong2 daging sesuai selera
2. Haluskan bumbu, campur dengan kecap dan lumuri pada daging
3. Marinate minimal 2 jam
4. Tusuk daging pada skewer dan bakar hingga matang.