Showing posts with label curhat seputar dapur. Show all posts
Showing posts with label curhat seputar dapur. Show all posts

Saturday, January 15, 2011

Living and cooking, flashback setahun yang lalu....




16 January 2010, pertama kali aku berinisiatif untuk membuat blog berisi kumpulan resep2 (dari teman2 sesama food blogger) yang sudah pernah aku coba di dapur rumahku :)

Ngga pernah terpikir sebelumnya kalau aku bakalan 'masuk dapur'. Bukaaaan, bukan karena aku alergi, tapi karena sejak dulu tidak pernah ada kesempatan buatku (dan kadang2 tidak mau) untuk menciptakan sesuatu dari dapur. Ibuku dan dua orang asistennya selalu menyediakan makanan2 sehat dan enak buat kami. Kalaupun misalnya ada saat dimana ibu harus pergi dan tidak sempat memasak, instead of menyuruh anak2nya memasak, ibu malahan membeli makanan dari restoran untuk dibawa pulang.

Saat aku harus berada jauh dari ibu seperti sekarang ini, baru terasa betapa (sebenarnya) penting untuk mengerti cara mengolah makanan yang sehat dan enak. Karena tidak bisa setiap saat bertemu ibu untuk menanyakan resep dan melihat cara mengolahnya, maka cara paling efektif untuk belajar memasak adalah melalui dunia maya seperti ini.

(Pesan 'galak' yang tergantung di dinding dapurku...hihihi!)



Syukur alhamdulillah aku bisa bergabung dengan salah satu milis memasak yang meng'encourage para anggotanya untuk selalu belajar dan belajar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jadilah pada tgl 16 January 2010, aku membuat blog khusus masakan dimana aku bisa menyimpan semua resep2 yang sudah pernah aku coba dan in sya'allah bisa bermanfaat bagi teman2 yang memerlukannya.

Back to that day,
melihat kembali setahun kebelakang....membuat aku terharu. Setahun yang lalu, dari dapurku tidak pernah tercium harumnya bumbu yang ditumis, kue2 yang dipanggang dan peralatannya pun sangat minim. Sekarang, alhamdulillah aku sudah bisa dibilang 'ratu dapur' (di rumah sendiri, hihihi!). Aku sudah mulai sedikit hafal bumbu2 dapur dan hobby-ku bertambah, -keluar masuk toko perlengkapan memasak-sehingga peralatan memasak pun sudah cukup kumplit dibandingkan setahun lalu. Semuanya itu layak disyukuri, walaupun awalnya tidak mudah, namun niat menghidangkan masakan sehat dan HALAL telah terlaksana.

Semoga ditahun tahun yang akan datang, ilmuku bisa bertambah dan bermanfaat bagi teman teman sekalian. Amin ya rabbal alamin.

Sunday, December 19, 2010

Kisah Keju dan Persahabatan

Sore kemarin Pumpkin pulang membawa satu buah kotak besar yang berisi bermacam-macam keju. Keju2 tersebut merupakan compliment dari kantornya yang bergerak dibidang dairy food. Sambil tertawa lebar Pumpkin bilang; "Yeaaay, we're stuffed!" Setidaknya sebulan sekali Pumpkin membawa pulang keju dan biasanya aku juga akan ikut senang sambil joged2 ga jelas...hehehe! Tapi kali ini aku cuma terdiam, dan menitikkan air mata..heuheuuu! Eewww, what's wrong?



Aku teringat Mbak Mercy dan keluarga (Mas Pri, Karina dan Irsyad) yang merupakan sahabat dekat aku dan Pumpkin. Biasanya, setiap kami mendapatkan keju, pasti kami kirim sebagian untuk Mbak Mercy. Mereka sekeluarga penikmat keju dan senang merasakan jenis2 keju yang tidak ada di Indonesia. Kali ini kami mendapatkan banyak sekali keju, tapi Mbak Mercy dan keluarga sudah pulang kembali ke Indonesia seminggu yang lalu.

Sekitar dua setengah tahun yang lalu aku berkenalan dengan Mbak Mercy, beliau datang ke Melben karena sang suami (Mas Pri) dikirim oleh kantornya untuk meneruskan jenjang study PhD-nya disini. Banyak sekali bantuan dan dukungan yang diberikan Mbak Mercy buat aku, apalagi saat berkenalan dulu, kita berdua sama2 baru berdaptasi dengan lingkungan Melben. Dari mulai curhat2an, pengajian bareng sampai kirim2an kue atau masakan2 khas Indonesia. Dari Mbak Mercy pula-lah aku menjadi lebih bersemangat untuk belajar memasak.

Saat aku dan Pumpkin baru pindah rumah dan mengadakan house warming (selamatan plus pembacaan doa), bantuan Mbak Mercy sekeluarga yang diberikan kepada kami sangatlah besar. Dari mulai memasakkan sup kimlo, sambel goreng sampai menenangkan aku yang kelabakan (dan hampir menangis) karena sang nasi kuning tidak bisa matang!! Ah, kalau diingat saat itu...Mbak Mercy dengan sigap mengukus nasi kuningnya dengan kukusan (bukan dengan magic jar yang entah kenapa bikin nasi ga matang2) dan beliau juga sigap mencetak tumpengnya kedalam cetakan, menghiasnya sehingga hasilnya... rapih jali!

Banyak moment yang kami lewati bersama dan semuanya akan menjadi kenangan indah yang tidak akan terlupa. Terima kasih banyak atas buku2 masakan serta tip2 yang telah di sharring, ilmu2 agama islam yang dishare oleh Mas Pri kepada Pumpkin dan terima kasih yang tak terhingga atas persahabatan yang begitu tulus.


Eniwei, selamat buat Mas Pri yang sudah menyelesaikan PhD-nya hanya dalam waktu dua setengah tahun, *brilliant!* mudah2an ilmu yang didapat disini bisa lebih bermanfaat buat Mas Pri dan memberikan syafaat bagi banyak orang di tanah air. Amin.


Sampai ketemu buat Mbak Mercy sekeluarga, we will defenetely visit you in Bandung when we are going home. In sya'allah.

Monday, November 1, 2010

Indonesian Festival - Melbourne, 23 Oct 2010

Weekend yang lalu tgl 23 dan 24 Oct 2010, seperti tahun2 sebelumnya, Indonesia rutin menggelar "Festival Indonesia" di Federation Square, Melbourne city. Alhamdulillah tahun ini aku dan Pumpkin diberi nikmat sehat oleh Allah SWT, sehingga kami berdua bisa menikmati festival ini sekaligus beramal.

Seperti biasa pada festival ini diselenggarakan tari-tarian daerah dan pertunjukan2 yang dipersembahkan oleh para wni yang menetap di sini maupun student2 dari ina. Tapi yang paling spektakuler adalah dibukanya stand2 khas makanan Indonesia. Ribuan teman2 setanah air berbondong2 datang kesini untuk melepas kerinduan akan tanah air.

Salah satu stand makanan, dimana kami berdua turut berpartisipasi adalah stand IMCV (Indonesian Moslem Community in Victoria). Kebetulan salah satu wacana baru IMCV adalah membangun masjid di daerah North yang kami namakan "Surau Kita". Aku dan Pumpkin sebetulnya jarang beribadah di Surau Kita, karena masjid yang terdekat dan selalu kami kunjungi setiap Jum'at malam berlokasi di daerah selatan (Masjid Westall). Tapi walaupun demikian bukan berarti kami tidak perlu berpartisipasi bukan? Kesempatan untuk selalu beribadah dan beramal dijalanNya harus selalu kami manfaatkan selama masih ada nikmat sehat jiwa dan raga :)

Eniwei, pada siang hari yang lumayan adem, Jum'at tgl 22 October, secara mendadak Ibu presiden IMCV yang dipertuan agung dan disenangi oleh handai taulan, nyonyah Edith yang gemar tertawa, menelepun aku untuk menanyakan kesediaan menjaga stand IMCV pada hari sabtu dipagi hari. Setelah menelepun Pumpkin memohon izin (ya iyalaaah, namanya juga istri sholehah, mau kemana mana harus minta izin suami dulu...hihihi, lebay deh ah), akhirnya aku meng-iya-kan :)

Sambil telpun2'an dengan nyonyah Edith yang sudah dipastikan isinya 60% ketawa melulu, beliau menginformasikan kalau di toko auspack daerah brunswick (alamak, sejam ajah gitu lokasinya dari rumah akuh yang di daerah timur!) tersedia foil cup. Knapa nyonyah Edith menginformasikan ttg foil cup? Karena rencananya tempo hari aku mau nyumbang bikin klappertaart untuk dijual di Festival Indonesia, (yang tentu saja semua hasil penjualan disumbangkan untuk pembangunan Surau Kita) tapi aku mengalami kendala untuk menemukan foil cup.

Waaaa....sepulang kantor, aku en Pumpkin langsung meluncur ke toko auspack tersebut en memborong 100 foil cups! Malamnya aku buru2 memanggang klappertaart, maksud hati mau membuat 100 cups, tapi apa daya, karena tenaga sudah habis dan kapasitas oven yang kecil, aku cuma bisa memanggang 24 cups, itupun baru selesai jam 11 malam....huaaaa!!!




Pagi harinya aku dan Pumpkin langsung meluncur ke Fed Square di City. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, stand IMCV yang menjual bermacam2 snack kecil laku keras (hasil sumbangan para ibu dari berbagai pengajian). Yang kami jual saat itu beraneka ragam, dari mulai cenil, wajik, risoles, pastel, kue lumpur, putu ayu, putu mayang, cendol, es teler, es kelapa, es cincau, dll, dsb, ludes deeessss......










Yang paling menggembirakan adalah semangat warga muslim yang tergabung dalam IMCV, semuanya bahu membahu tanpa pamrih bekerja riang gembira demi pembangunan masjid (subhanallah, kami semangat, padahal pagi hari cuaca mendung, hujan, dingin dan banyak angin). Insya Allah perjuangan kami ini mendapatkan ridhoNya. Amin ya rabbal alamin.....

Saturday, August 14, 2010

Happy Ramadhan 1431 *dapurnya ngga ngebul :)*

Sebetulnya kartu ini aku kirim buat teman2ku di Jakarta via fesbuk. Berhubung repot, *emak2 sok sibuk* aku ngga buat yang berbeda buat di posting disini. Ya sooood, kepada semua teman2 seper-baking'an dan seper-dapur'an, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang2 yang ikhlas dan mendapatkan ridhoNya. Amin.


Friday, May 28, 2010

Tergoda "Gauda Cheese"


Beberapa minggu lalu di milis sempat rame membahas masalah pengganti / subtitute dari 'cream cheese' yang di INA harganya relatif mahal dan buat yang tinggal di luar Jakarta sulit mendapatkannya. Untungnya disini cream cheese itu harganya standart ajah dan dimana-mana tersedia. Waktu kemarin2 buat JCC, aku pake cream cheese merk Philladelphia kemasan kotak en full cream. Rasanya, enyak sih enyaaak, creamy en fatty :) Tapi, berhubung usia yang udah ga muda lagi *sadar diri* kayaknya aku harus mulai untuk lebih bertanggung jawab, hidup sehat dan berhati2 dalam memilih bahan makanan.

Kebetulan ada varian baru dari Philladelphia cream cheese ini, 60 % low fat!! Yeaaay...dengan riang gembira aku langsung beli 3 tube @250 gram. Senangnya lagi, kalau kita beli 3 tube di safeway, dapat gratis 1 buku resep masakan yang isinya 75 resep2 light meal, dinner en dessert. Oooh... I was trilled!!


Btw, sekarang aku lagi kebingungan..... Masalahnya, Pumpkin yang merupakan team management hampir setiap bulan mendapatkan compliment keju dari perusahaan. Ngga tanggung tanggung, satu box besar each time! Jenis kejunya, mostly adalah keju yang dibuat snack, misalnya jenis Gouda, Brie dan Edam, hanya sesekali ajah mendapatkan Cheddar.


Biasanya keju2 itu aku bagi2 ke mertua, in law en teman2 di masjid...tapi teteup boow, masih banyak berlebih. Mudah2an teman2 di masjid ngga merasa bosan deh menerima hibahan keju dari aku... :)

Saturday, May 22, 2010

Dapurku Surgaku

Penulis: Ummu Rumman Azzahra
Muroja’ah: Ustadz Nurkholis, Lc.

(kutipan artikel dari : muslimah.or.id)

Memasak Sebagai Ladang Pahala

Saudariku –yang semoga senantiasa dirahmati Allah- apakah kalian menyadari bahwa kegiatan memasak ini ternyata bisa sekaligus menjadi kegiatan ibadah? Sebagai seorang muslimah kita diamanahkan untuk bertanggung jawab atas rumah kita dan menyiapkan makanan kepada semua orang yang ada di dalamnya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Memasak tidak hanya sekedar kegiatan meramu bumbu dan bahan makanan hingga terciptalah masakan lezat yang siap santap. Namun memasak juga bisa menjadi media kita untuk memikirkan dan mensyukuri semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Jika kita cermati, semuanya adalah rezeki yang telah Allah tentukan kepada kita. Karunia tersebut terlimpah dengan begitu mudah kepada kita setelah melalui proses campur tangan banyak orang.

Kita perhatikan saja sayur-sayuran yang kita santap. Akan kita dapati bahwa di sana ada yang menanaminya, ada yang mengumpulkan panennya, ada penjualnya, serta masih banyak lagi manusia yang berperan di dalamnya. Mereka dijadikan oleh Allah untuk melayani kita dan anggota keluarga kita. Padahal pada hakikatnya Allah-lah yang menanam dan menghidupkan sayuran tersebut sebagaimana firman-Nya, yang artinya,

“Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?” (Qs. Al Waqi’ah: 63-64)

Begitupun dengan nikmat yang lain yang banyak kita jumpai di meja makan kita. Allah berfirman mengenai hal ini, yang artinya,

“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen. Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang tersusun-susun, (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba Kami……” (Qs. Qaf: 9-11)

Mulailah Belajar

Bagi sebagian yang lain, memasak mungkin menjadi masalah bagi mereka. Ada beberapa faktor yang membuat seorang muslimah enggan untuk memasak. Salah satunya adalah rasa malas untuk belajar, di samping juga faktor kesibukan di luar rumah serta banyaknya warung makan yang menawarkan jasa catering untuk mereka yang tidak sempat memasak.

Jika hal tersebut berlangsung terus menerus apakah tidak boros? Bagaimana jika suami atau anak-anak berkeinginan mencoba hasil masakan kita. Apa kita masih akan memilih makanan dari luar terus? Tentu kita tidak ingin seperti itu. Untuk itu, bagi yang belum pintar masak, buanglah rasa malas dan teruslah berlatih. Setelah terbiasa, nanti akan terbukti bahwa memasak itu bukanlah hal yang sulit, apalagi jika diniatkan untuk ibadah.

Untuk memasak kita memang akan sedikit repot. Mempersiapkan segala sesuatunya, dari perapian, peralatan sampai bahan, belum nanti jika sudah selesai harus membersihkan atau membereskan semuanya. Agak melelahkan memang. Namun kelelahan itu akan segera berganti kebanggaan dan kebahagiaan ketika suami dan anak-anak kita menyantap masakannya dengan lahap.

Nah, bagaimana saudariku? Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua, terutama bagi penulis sendiri. Kita memohon pertolongan Allah agar selalu memberi kita kemudahan dalam menunaikan tugas-tugas kita sebagai muslimah. Allahu Ta’ala a’lam.


My foot note : Mencari pahala Allah SWT dan ridho suami bisa didapat darimana saja, bahkan tanpa terduga dari kerelaan memasak dan menyediakan makanan untuk keluarga tercinta. Insha Allah bermanfaat. Amin Ya Robbal Alamin.

Sunday, January 17, 2010

'Turun' Ke Dapur Yuuuks!



Tadi malam sempet ngga bisa tidur, padahal udaranya pas banget, adem :) Ngga terlalu panas sperti minggu2 kmarin yang mencapai 43C en bikin aku uring2an. But i couldn't sleep, hiks! Why's that? Lagi kpikiran tentang niatan masuk dapur! Hahahaha! Kira2 'alergi'-ku bakal kumat ga yah? Aaah, ngga boleh lebay! niat yang baik itu pasti diridhoi Allah.

And then berpikir keras, kira2 kapan yah waktu yang pas buat 'turun' ke dapur. Wiken biasanya dihabiskan buat belanja groceries untuk seminggu ke depan, lanjut leyeh2, nonton tipi en nge-net, sementara Pumpkin nge-laundry (yupe, kami nyuci baju seminggu skali hihihi). Hari biasa, aku ngantor 9-5 en Pumpkin kadang2 lebih parah lagi...8-6! See, ngga ada waktu buat urusan masak kan? :D

Eniwei, sekarang sudah menetapkan hati, pokoknya kapanpun ada kesempatan harus menyempatkan masak en kalu bisa skalian bikin2 cemilan. But, siapa yang bakalan ikut menikmati? Sementara ini keluarga kami hanya terdiri dari aku en Pumpkin. Ngga mau ah kalu bawa ke kantor buat temen2, bukan apa2 kadang2 selera western kan beda. Oh ya, ada teman2 sesama muslim yang mengadakan pengajian bareng setiap hari jum'at malam, so bisa'lah kirim2 ke mereka :)

Ok. Problem solved!

Yuuuuk, mariiii ke dapur... LOL

Saturday, January 16, 2010

Once Upon A Time When I am Transformed


Once upon a time, dipertengahan bulan, dibulan pertama tahun 2010. Tiba tiba ajah punya pemikiran bagus. Yupe! Belajar memasak, supaya bisa hidup lebih sehat, ngga melulu beli makanan siap saji yang biasanya banyak mengandung garam en bikin hauuuus terus terus'an :).

Yang lebih penting, dengan memasak sendiri, semua makanan yang aku dan Pumpkin makan terjamin ke-HALAL-annya.

Oooh well, let's see...apakah kemauan en niatan bagus ini bisa terlaksana. Insya Allah.